peta

free counters

gr bux

supbux

bux inc

db box

ptp 2

BUX

buxona

hits pages

!--Begin HitsPages Banner Exchange code -->
HitsPages Banner Exchange

fivebux

Mari sama2 kita belajar tentang dasar2 Fotografi==>Focus, Eksposure ,Komposisi dll..... Mari sama2 kita belajar tentang dasar2 Fotografi==>Focus, Eksposure ,Komposisi dll.....

seperti judulnya....Mari sama2 kita saling belajar tentang dasar fotografi
yaitu Fokus, Eksposur,ISO, Komposisi & White and balance,..atau apapun tentang teknik fotografi disini
Bahasa kerennya BEDAH FOTO berdasarkan dari segi aspek2 tehknis diatas

Siapa saja boleh masuk disini, memberikan komentar, maupun memberikan contoh foto untuk sama2 kita kupas/bedah dari segi tehknik2nya,....
Tidak ada Brandwar disini, karena hanya foto dan data2 teknisnya saja yang akan dilampirkan,....
Dan harap diingat2 dan dicatat: Tidak ada Master, Nuebie, Angkatan pait, maniz, FPE2an, Fesbuk2an..atau Arisan2 disini yah,.......
Dimohon foto yang kita bahas disini tidak untuk diarahkan ke galery siapa saja yang nanti akhirnya bisa berdampak negatif....
Semoga berkenan.....

















Foto #1
Speed 1/80Sec pada f/2.8

Disaat liburan bersama keluarga di Bali, ingin sekali punya foto ini
Coba bbrp kali mau ke Uluwatu gak kesampaian, akhirnya di GWK dapat profil penari legong ini pas disaat lagi melirik ekspresinya
Dengan Handheld, set apperture priority mode di f/2.8, ISO automatis, speed dikunci 1/80 agar masih dapat moment beku nya
dari 3 frame di burst, hanya ini yang menurut saya paling baik ekspresi modelnya







 Foto#2
Speed=1/40, apperture= f/8, ISO set automatis
Foto diambil di Airport Dubai, saat saya transit mau pulang ke Jkt dari tugas di Africa
Mode=Apperture priority, dengan set f-number=f/8, didapat speed 1/40
karena menggunakan lensa Ultra wide, FL=10-22, masih bisa untuk handheld
Konsepnya ingin dapat persfektif bangunan Airpot Dubai yang megah spt sebuah mall (bukan spt airport)

















Foto#3
Speed=1/125 sec , apperture=f/11 + Fill in flash internal (-1/3EV)
Masih ingat selalu kata2 Guru saya Oom DON HAsman==>Bahwa Golden hour itu ditandai dengan terlihatnya 3 warna dominan di awan, ada Birunya, Merah serta kuning/Emasnya
Dan waktunya tidak ada patokan pastinya, yang jelas saat Sunrise lebih singkat daripada Sunset
Foto ini diambil di lap golf dekat dengan Supermall Karawaci, bersama teman2 ingin menikmati Sunset yang aduhai
Namun saya tidak ingin hanya mendapatkan effect sunsetnya saja dengan foreground gelap/kosong, maka saya putuskan untuk mundur bbrp langkah dari kawan2 lainnya untuk mengabadikan nya plus mereka
Di bracketing bbrp kali, karena ingin pas sekali metering di awannya (pasti object manusianya gelap hasilnya)
setelah coba bbrp frame, barulah saya isi dengan fill in flash internal untuk menaikan eksposure pada manusianya

















Foto#4
Speed 1/30 sec, apperture f/2.8

Penempatan POI di 1/3 kiri ingin membandingkan kontras & kecantikan model dengan batu2 di Pantai Tj Tinggi Belitung
Speed masih bisa pakai 1/30 karena saya menggunakan lensa VRII yang bisa turun 4 stop dari FL lensa tele di 200mm
Sangat beresiko blur hasilnya jikalau saya agak tremor atau pun si Pamelanya bergerak
ISO di set Automatis (dapatnya sekitar ISO=3200),
WB di set Cloudy untuk menghangatkan warna kulit di senja yang sdh mulai dingin temperaturenya

















Foto #5
Speed 1/2000 apperture f/2.8

Di mode Apperture priority dengan set Fnumber di f/2.8 dan ISO sekitar 400an, agar didapat speed masih diatas 1/1000
Dengan memburst bbrp frame, dan AF modenya yang continous
peletakan object sesuai rule of third dan mendapatkan ruang kosong/aktif dikanan lebih banyak
















semoga berkenan buat para pembaca.....
sumber : http://www.fotografer.net































lanjutan kumpulan majalah

di sini temen - temen bsa dapet semua majalah dengan kategori bermacam macam. Dari majalah fotografi,desain grafis,games,amsakan,dan masih banyak lagi......


Maxim - March 2011 (US)

buat yang ingin mendownload. silahkan sedot di sini

kumpulan majalah online desain dan fotografi

buat para penggemar desain tidak ada salahnya jika mencoba menerawang,mendownload,membaca,dan belajar dari beberapa link yang saya sediakan di sini....semoga apa yang saya sediakan dapat berguna bagi anda,nusa,dan bangsa.......



 untuk mendownloadnya....silahkan sedot di sini























 untuk mendownloadnya....silahkan sedot di sini



untuk mendownloadnya....silahkan sedot di sini

untuk mendownloadnya....silahkan sedot di sini



untuk mendownloadnya....silahkan sedot di sini



untuk mendownloadnya....silahkan sedot di sini

























untuk mendownloadnya....silahkan sedot di sini

buat  teman - teman yang mempunyai referensi majalah lain...kita saling tukar info...
trima kasih dan selamat menyedot....

teknik dasar foto part II

Pengaturan cahaya

Setiap kamera memiliki light meter yang berfungsi mendeteksi intensitas cahaya. Sebelum menekan tombol shutter, apabila menggunakan kamera pada mode manual ada baiknya memperhatikan exposure meter terlebih dahulu.
Berikut gambar exposure indicator:

Tampak pada gambar di atas bar yang mengindikasikan exposure. Apabila ingin menghasilkan foto dengan cahaya yang baik, letakan bar pada posisi tengah ( normal exposure ), namun apabila menghasilkan foto yang lebih terang, geser bar ke arah tanda + ( menjadi over exposure ), dan sebaliknya, untuk hasil foto yang lebih gelap geser bar ke arah - ( menjadi under exposure )

Depth of Field a.k.a. DOF
Depth of field atau sering disingkat menjadi DOF merupakan salah satu teknik fotgrafi yang paling dasar. Setiap foto memiliki kedalaman ( depth ) yang terbagi atas foreground ( depan ) dan background ( belakang ). Fokus pada lensa kamera dapat dikendalikan atau diarahkan pada objek tertentu. Pengendalian Depth of Field berguna untuk membatasi fokus pada foto dan lebih memberi kesan hidup pada foto.
Contoh berikut menunjukan DOF pendek dengan fokus pada foreground:


Contoh berikut menunjukan DOF pendek dengan fokus pada background:


Contoh berikut menunjukan foto DOF panjang / dalam, dengan fokus pada foreground dan background.


Berikut contoh perbandingan hasil foto pada panjang fokal lensa dan diafragma yang berbeda:


2. Freeze
Setelah memahami DOF yang berkaitan dengan aperture, kali ini akan dijelaskan tentang freeze, dimana sangat berkaitan erat dengan shutter speed. Foto freeze bertujuan untuk mengabadikan suatu moment dengan gerakan cepat sehingga dapat tertangkap oleh kamera sebagai gambar diam, seperti foto tetesan air, ledakan, atau foto ketika orang sedang melompat dan lain sebagainya. Yang paling utama dalam mendapatkan foto freeze adalah mengatur shutter speed secepat mungkin ( misal 1/500 detik, 1/1000 detik, hingga 1/8000 detik ). Karena tuntutan shutter speed yang cepat, maka tentunya cahaya yang dibutuhkan sangat banyak, maka dari itu biasanya foto freeze amatir lebih banyak dilakukan di ruang terbuka pada siang hari dimana cahaya matahari bersinar terang. Bukan tidak mungkin untuk memperoleh foto freeze pada malam hari atau cahaya yang minim, namun peralatan pendukung mutlak diperlukan seperti flash atau bahkan lampu studio dengan kecepatan singkronisasi yang tinggi pula.

Berikut contoh foto freeze:
Spoiler for foto 1 ( dengan flash ):

  
Spoiler for foto 2 ( outdoor dengan matahari ):


Pertanyaan yang sering dilontarkan:

1. Mengapa foto yang dihasilkan gelap?
Jawab: Karena cahaya yang ada kurang memadai, sehingga foto menjadi under exposure. Coba untuk naikan  ISO agar shutter speed dapat menjadi lebih cepat.

2. Mengapa masih tampak pergerakan / gambar yang dihasilkan buram?
Jawab: Bisa jadi karena shutter speed kurang cepat mengimbangi kecepatan objek, namun apabila buram bisa jadi juga karena fokus lensa tidak tepat jatuh pada objek.


3. Movement
 Bertentangan dengan foto freeze, foto movement bertujuan memperlihatkan pergerakan objek dengan shutter speed yang rendah, sehingga pergerakan objek dapat tampak pada hasil foto. Shutter speed yang digunakan cenderung rendah agar pergerakan objek dapat terekam ( misal 1/5 detik, 1 detik, dst ), namun yang patut diperhatikan adalah kamera harus tetap dalam posisi statis agar background daripada objek tetap fokus walaupun shutter speed lambat.

Berikut contoh foto movement:
Spoiler for foto 1:


Spoiler for foto 2:


Spoiler for foto 3:


Pertanyaan yang sering dilontarkan:

1. Mengapa foto menjadi putih dan gambar tidak jelas?
Jawab: Cahaya pada saat pengambilan foto surplus, sehingga menjadi over exposure. Untuk mensiasatinya, perkecil bukaan lensa dengan menaikan aperture.

2. Mengapa foto menjadi buram semua?
Jawab: Karena kamera mengalami pergerakan pada saat shutter terbuka, sehingga gambar yang dihasilkan menjadi blur. Untuk menghindari hasil yang blur, gunakan tripod atau letakan kamera pada tempat yang statis dan stabil.

4. Panning
Mirip dengan metode foto movement, namun dalam foto panning gerakan objek lebih ditampilkan melalui background yang bergerak. Prinsip dasar foto panning sama dengan foto movement, hanya saja pada saat pemotretan, kamera ikut bergerak mengimbangi gerakan objek, sehingga objek tetap fokus namun background yang dihasilkan bergerak.
Contoh foto panning:
Spoiler for foto1:

 

Cara foto panning:
Bidik sasaran bergerak ( pada umumnya mobil ), tekan tombol shutter 1/2 agar fokus mengunci objek, gerakan kamera mengikuti objek seketat mungkin agar objek tetap fokus, sekiranya dirasa gerakan kamera sudah mengimbangi gerakan objek, tekan tombol shutter penuh dengan kamera yang tetap bergerak mengikuti objek.

Pertanyaan yang sering dilontarkan:

1. Mengapa foto buram semua?
Jawab: Bisa jadi karena gerakan kamera tidak sesuai dengan gerakan objek. Cobalah percepat shutter speed dan coba untuk mengikuti gerakan objek seketat mungkin.

2. Mengapa foto fokus semua?
Jawab: Bisa jadi karena shutter speed terlalu cepat dan atau kamera kurang digerakan pada saat pemotretan.  

5. Bulb
Foto bulb dapat diperoleh melalui mode manual dengan mengatur shutter speed pada setting paling lambat ( BULB ), dimana shutter akan terus terbuka selama tombol ditekan dan akan menutup kembali pada saat tombol dilepas. Yang patut diperhatikan pada foto bulb adalah posisi kamera yang mutlak harus statis, maka gunakanlah tripod untuk menghasilkan foto bulb.
Contoh foto bulb pada lalu lintas kota malam hari:
Spoiler for foto 1:


ontoh foto bulb dengan menggunakan senter atau sumber cahaya yang digerakkan:
Spoiler for foto 2:

 

1. Tone / Color Tone
Yang dimaksud dengan tone warna adalah sifat dari warna. Setiap memiliki selera yang berbeda dalam menghasilkan sebuah foto, ada yang menyukai warna dengan tone kuat atau lembut. Banyak aspek yang mempengaruhi tone warna, mulai dari ketajaman, tingkat kontras, hue ( warna ), saturation ( kejenuhan ), dsb. Tone warna pada foto dapat diolah pada software komputer ( post processing ) seperti photoshop dsb, atau juga dapat diatur pada kamera sebelum pemotretan, seperti pada kamera canon 1000D terdapat menu picture style ( menu > Picture Style > detail set ), yang dapat mengatur sharpness, contrast, saturation, color tone. Selain itu, karakter warna juga dipengruhi oleh white balance yang akan dijelaskan lebih lanjut.

2. Ruang Tajam
Ruang tajam = Depth of Field, jadi bisa baca di atas, hehehe...

3. White Balance
Warna putih merupakan warna dasar yang sangat peka akan kontaminasi warna. Tidak seperti mata manusia yang dapat mengidentifikasikan warna dengan baik pada situasi apapun, kamera cenderung meng identifikasi warna sesuai dengan setting yang terdapat dalam kamera. Sebagai penjelas, warna putih yang diterangi dengan cahaya berwarna kuning akan tampak kekuningan sehingga foto yang dihasilkan cenderung bersifat ke-kuningan. Untuk mensiasati hal tersebut, fitur white balance memegang peranan utama. Cara kerja dari white balance adalah memperbaiki atau mengkoreksi warna berdasarkan parameter warna putih yang dipengaruhi oleh temperatur warna, sehingga warna putih akan menjadi benar - benar putih / lebih mendekati warna putih, dan warna lainnya secara otomatis akan turut terkoreksi.


tidak tepat


jika ada kurangnya....mohon bimbingannya......

Memahami DSLR dan teknik dasar foto

Iseng berbagi ilmu dasar fotografi untuk pemula yang menggunakan kamera SLR.
Kalo ada juragan sesepuh yang sudah ahli, boleh ikut berbagi.
Buat yang baru masuk dunia fotografi mungkin masih bingung dan awam dalam fotografi, berikut saya mau mencoba untuk menjelaskan dan memberi tutorial sederhana tentang dasar pemahaman kamera dan teknik dasar fotografi.

Mengenal fotografi dan kamera.

Fotografi:
Fotografi ( Photography ) berasal dari kata Foto ( Cahaya ) dan Graphia ( menulis / menggambar ), sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah suatu teknik menggambar dengan cahaya. Atas dasar tersebut, jelas bahwa cahaya sangat berperan penting dan menjadi sumber utama dalam memperoleh gambar.

Kamera SLR:
Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) atau D-SLR ( Digital ) merupakan kamera dengan jendela bidik ( viewfinder ) yang memberikan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di belakang lensa. Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa karena jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa.

Seperti dibahas terdahulu, fotgrafi berkaitan erat dengan cahaya, maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor ( sensor gambar pada kamera digital atau film pada kamera konvensional ). Untuk mengatur cahaya, terdapat 2 hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed ( Kecepatan Rana ) dan Aperture ( Diafragma ).

Aperture atau diafragma merupakan istilah untuk bukaan lensa. Apabila diibaratkan sebagai jendela, maka diafragma adalah kiray / gordyn yang dapat dibuka atau ditutup untuk menyesuaikan banyaknya cahaya yang masuk. Pada kamera aperture dilambangkan dengan huruf F dan dengan satuan sebagai berikut:
f/1.2
f/1.4
f/1.8
f/2.0
f/2.8
f/3.5
f/4.0
dst...

Semakin kecil angka satuan maka akan semakin besar bukaan lensa ( f/1.4 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/4.0 ).

Gambar Aperture pada lensa
Jadi, korelasi antara shutter speed dan aperture adalah bahwa semakin besar bukaan lensa, maka shutter speed akan semakin cepat, sebaliknya semakin kecil bukaan lensa, maka shutter speed akan semakin melambat. 


Mode pada kamera DSLR

Setiap kamera punya istilah masing - masing untuk pengaturan mode. Berikut dijelaskan untuk beberapa tipe kamera saja.


Pada kamera Nikon D70 terdapat 11 mode pemotretan:

M= Full Manual
Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.

A= Aperture Priority
Pada mode ini aperture dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun shutter speed akan mengimbangi secara otomatis akan kebutuhan cahaya sesuai dengan besar aperture.

S= Shutter Priority
Pada mode ini shutter speed dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun aperture akan mengimbangi secara otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai dengan shutter speed.

P= Program
Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed akan mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya saja pada mode ini tingkat exposure dapat diatur sesuai dengan kehendak.

Auto
Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode ini fotografer tinggal "jepret" saja.

Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), seperti penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.

Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape), seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.

Macro
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek tampak lebih besar ), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.

Moving Object
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan objek yang bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan dengan pergerakan objek.

Night Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan pada malam hari.

Night Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto portrait malam hari atau cahaya redup. 


Pada kamera Canon 350D terdapat 12 mode pemotretan:

A-DEP= Automatic Depth of Field
Pada mode ini, pengaturan fokus foreground dan background diatur secara otomatis oleh kamera sehingga lebih memungkinkan untuk menghasilkan foto yang tajam baik pada foreground maupun background.

M= Full Manual
Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.

Av= Aperture Value Priority
Pada mode ini aperture dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun shutter speed akan mengimbangi secara otomatis akan kebutuhan cahaya sesuai dengan besar aperture.

Tv= Time Value Priority
Pada mode ini shutter speed dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun aperture akan mengimbangi secara otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai dengan shutter speed.

P= Program
Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed akan mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya saja pada mode ini tingkat exposure dapat diatur sesuai dengan kehendak.

Auto
Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode ini fotografer tinggal "jepret" saja.

Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), seperti penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.

Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape), seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.

Macro
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek tampak lebih besar ), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.

Moving Object
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan objek yang bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan dengan pergerakan objek.

Night Scene
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pada malam hari.

No Flash
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun apabila pada mode auto lainnya built in flash akan otomatis pop up apabila cahaya dirasa kurang, pada mode ini built in flash tidak akan menyala sama sekali, sehingga shutter speed dan aperture akan lebih berperan untuk mengimbangi kebutuhan cahaya.

selamat mencoba.....dan teruslah belajar.....



sumber : www.kaskus.us

belajar membuat blog......heheheheheh

wah...saya baru pertama kali ini membuat blog....jikia ada kekurangan nya mohon kritik dan saran nya kepada teman - teman sekalian

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes